ini akan jadi tulisan yang panjang, biarlah :) biar banyak yang tahu, perjuangan anak rantau bersekolah
bagaimana sebuah mimpi dipertahankan waktu saya kelas 3, teman memberi kabar, kami akan kedatangan 3 anak papua , "ngapain?" "sekolah lah disini" perasaan pertama terenyuh, anak-anak ini sengaja dikirim oleh papua, dititipkan pada provinsi-provinsi yang dirasa lebih maju darinya tidakkah terenyuh? kalau di provinsimu, memilih sekolah bagus itu biasa, pindah ke provinsi lain juga karena kemauan sendiri, tapi mereka karena kebutuhan, karena keharusan papua, harus mengirimkan anak merantau jauh dari rumahnya
ibarat terusir demi kebaikan
ibarat bahkan rumahnya tak mampu cukupi kebutuhan perasaan kedua, kasihan cm itu...seperti yang ipul bilang wkwk sunyi x), untuk turun kebawah kami butuh kendaraan, sampai bawah cuma ada pasar dan indomaret wkwk, belum lagi soal bahasa untuk saya saja yang punya dukungan lebih : keluarga dekat cm tetaplah sunyi, tetaplah sulit dijalani , tetap sulit saat awal beradaptasi di sekolah saya, karena sekolah ini khusus anak-anak provinsi banten, maka akan ada perkumpulan konsulat. saya serang : konsulat serang saya ingat malam itu kami berkumpul di aula
senior mengumpulkan juniornya, masing-masing ketua angkatan akan mengintruksikan kami untuk membuat kelompok sesuai konsulat, saling berkenalan antara senior dan anak baru
malam itu, tanpa terkecuali mereka bertiga juga hadir : ais, ipul, eldy
saat kami selesai membuat kelompok, mereka hanya terduduk bertiga di pinggir ruangan, bersandar pada tembok. sontak kami kaget, bagaiamana bisa lupa, mana mungkin ada konsulat papua untuk menampung mereka, akhirnya mereka kami ajak bergabung, ke konsulat manapun mereka mau, dan jatuh pada tangerang.
tak banyak yang saya tahu tentang mereka
kesibukan kelas 3, perbedaan ikhwan-akhwat : membuat semakin tak mungkin saya dekat dengan mereka
bahkan saya yakin, mereka tidak kenal saya :"
tapi sungguh, saya menganggap mereka adik, sama seperti revolver yang lainnya,
dengan tambahan spesial : mereka adik terjauh saya :)
saya ingat momen-momen kalau mereka bertanya : "ukhti-ukhti" memakai logat papua X)
saya sempat tahu cita-cita mereka, ipul mau ke ITB, ais juga, eldy waktu itu saya belum tahu
saya benar-benar berharap cm mengantarkan mereka lewat jalur termudah : undangan , namun sayang, mereka belum lulus
kenapa saya harap mereka dipermudah?
kawan, kami ini anak asrama, libur adalah segalanya
1 bulan sekali kami libur, sabtu sore kami dipulangkan
minggu sore kami harus sudah ada di asrama lagi
kelas akan ramai sorak-sorai bila libur jadi 2 bahkan 3 hari
yang saya tahu, saat kami pulang ke rumah, bertatap dan bercengkrama dengan keluarga
mereka tidak.. tak mungkin pulang ke papua bila hanya libur 3 hari
jadi liburan mereka? mereka akan ikut bersama teman-teman lain, serang, tangrang, lebak, kemanapun..
mungkin banyak lagi duka mereka yang saya tak tahu
setelah lihat video ini, saya benar-benar berharap mereka bahagia di cmbbs merasakan hal yang sama seperti saya : Alhamdulillah untung sekolah di cm
untuk 3 adik dari jauh, saya tak mungkin mendekati kalian wkwk
tapi lillahi, kalau suatu hari saya bisa membantu apapun, datang lah :)
sukses selalu adik2 papuaa!!!!!
uhibukum fillah
anyway : REVOLVER ! CONG-GRADUATION !!! selamat 3 juz nya !!!
-ukhti angkatan 7, yang ga tenar-tenar amat-
natasya hayatillah
ps : tulisan ini dari prespektif saya, mungkin mereka merasakan yang berbeda
dan tidak bermaksut merendahkan papua atau siapapun hehe