there always gonna be another mountain. im always gonna wanna make it move.

Juni 12, 2017

baru saja kami terlibat percakapan lewat WA
kali ini tentang kedua orang tua

yang tertua mengingatkan kami bagaimana cara bersikap
bagaimana cara berbakti saat liburan nanti

seperti sebelumnya
kian hari kami berlomba dengan waktu
membuang waktu tanpa membahagiakan keduanya
atau mencoba bersahabat dengan waktu, mengusahakan yang terbaik untuknya

hampir setahun yang terkecil kuliah di luar kota
beruntungnya ada istri dan anak dari yang ketiga menemani beliau berdua

suatu hari saya pernah bertanya
"bang, kenapa istrinya ga diajak aja tinggal sama abang?
LDR kan ga enak bang?"
"gue sengaja nek, ninggalin dia biar bisa tinggal sama umi bapak,
buat nemenin, Alhamdulillah ga perotes, gue nunggu lu balik buat gantiin"

dan

ah..ternyata abang saya juga menunggu kepulangan saya
pulang seutuhnya

dilain waktu saya dan umi membicarakan tentang internship
saya minta izin untuk 1 tahun jalan2 ke tempat yang saya inginkan
dan itu bukan di pulau jawa

umi bilang "udah disini aja, masa umi masih harus ngirim kamu? kan kalo disini bisa tinggal di rumah" , seketika saya juga tersadar "Astagfirullah, mengapa saya tidak berfikir sejauh itu"
akhirnya dari sekarang saya sudah meniatkan, bismillah rabb, semoga ada kesempatan dan keberkahan iship dekat rumah

sekalipun belum siap
saya pernah menanyakan kepada murrabbi
"bolehkah saya syaratkan calon suami untuk tinggal bersama saya?" jawabanya
"na, ketika menikah perempuan itu milik suaminya, sementara lelaki masih milik ibunya"
saya ga akan mengingkari kaidah agama, tapi dari hati terdalam saya berharap rabb, hamba amat sangat ingin merawat beliau berdua yang menua

saya hanya tak sampai hati
disekolahkan paling "menyusahkan"
sebagai seorang dokter
tapi tidak bisa merawat beliau berdua dari dekat

kedepannya saya tidak tahu seperti apa~
tapi itulah~ ada banyak visi misi hidup yang berubah

hampir 6 tahun, bakti saya kebanyakan hanya lewat doa
semoga Allah beri kesempatan waktu untuk bisa berbakti langsung

"teruntuk dua orang yang paling nana sayang, terimakasih sudah memberikan kepercayaan
untuk nana bisa sekolah jauh, terimakasih untuk semuanya, semoga Allah hindarkan rasa sepi dihari tua umi dan bapa"

-nataas

Juni 08, 2017

jatuh cinta part kesekian

kalau kamu baca, saya yakin kamu juga akan merasakan hal yang sama.
perasaan benar-benar jatuh cinta, pada ciptaan-Nya juga pada pencipta-Nya

ini tentang kedua orangtua



saya anak perempuan satu-satunya yang beliau berdua miliki, alhamdulillah.
tidak ada hal khusus yang saya rasakan dari cara beliau berdua mendidik saya,
sekalipun beliau berdua pendidik hehe, tapi beliau berdua ga pernah sekalipun memaksa kami untuk belajar, ga pernah "nyuruh" buat les, bahkan terkadang beliau berdua yang megingatkan kami untuk tidak terlalu stress dalam belajar, terutama saya x)

mungkin sama seperti perasaan kalian terhadap orangtua kalian,
buat saya beliau berdua adalah segalanya
poros titik bahagia, rindu, dan banyak kesyukuran
syukur saya pada Allah, alhamdulillah Allah berikan saya orang tua islam, yang menjadikan saya islam pula, sebuah nikmat tiada dua

sebenarnya saya mulai menghargai rasa cinta ini ketika mulai menua,
ketika orang-orang disekitar saya banyak berbagi tentang ilmu agama
saya jadi benar-benar mencintai beliau berdua
tidak bisa saya pungkiri, seandainya bukan agama islam yang saya jalani, entah apakah saya akan "sebegini-menghargainya" beliau berdua
sekalipun seharusnya manusia paling kita cintai adalah Rosulullah, tapi semoga cinta saya pada beliau berdua akan menyampaikan saya untuk lebih cinta kepada yang lembut lisannya :)

jadi anak ke 4, sesungguhnya saya berlomba dengan waktu
sekalipun ajal adalah takdir sekaligus rahasia-Nya, tetap saja, saya takut berpisah
karena yang butuh sebenarnya bukan beliau berdua, tapi sayalah yang banyak tergantung padanya
saya sangat meyakini, lindungan Allah selama ini, pastilah banyak dari doa beliau berdua untuk saya,
doa yang mampu menggetarkan Arsy.

suatu hari saya terlibat diskusi dengan beberapa teman, kami bertukar pikiran tentang perkara agama, kemudian mereka menanyakan apa yang memotivasi saya untuk "setidaknya" tidak bandel
saya katakan, motivasi saya adalah beliau berdua

saya teramat tidak rela beliau berdua dimintai petanggungjawabannya karena ulah bandel saya
saya takut, doa saya tidak jadi doa anak sholehah yang akan jadi amal untuk beliau berdua ketika beliau berdua tidak ada

apakah kami pernah berbicara mengenai perpisahan?
secara serius belum.. tapi secara tersirat sering "ya bapak kan udah tua, nanti kalau bapak udah ga ada..." dan rasanya ada perasaan berat di dada
tulisan ini merupakan tulisan rindu, untuk orang tua yang selalu mendoakaan tanpa diminta
yang bakti saya hanya sekedar lewat doa padanya

untuk umi dan bapak di rumah, semoga umi dan bapak bahagia memliki kami ber 5 juga pasangan dan anak-anak kami kelak, semoga doa kami terhitung doa anak soleh dan solehah
yang bisa jadi amal untuk umi dan bapak kelak

yang teramat sangat sering kangen
-natasya