beliau duduk di samping ku, mengeluhkan sesuatu, bertanya mengapa perutnya sakit setelah memakan makanan tertentu
di lain waktu dia menanyakan mengapa kakinya sering sekali keram, mengharapkan sebuah jawaban
aku mencari jawabannya dari hal yang telah ku pelajari, tapi karena masih dasar, penjelasan yang ku berikan seadanya, bahkan kadang aku mengingatkannya bahwa aku baru belajar
dengan tertawa dan sedikit ejekan beliau bilang, harusnya aku tahu penyebabnya, sebab itu yang sering terjadi di masyarakat, dalam hati aku mengingat semua hal yang di keluhkannya, supaya saat belajar nanti aku akan mengingat apa penyebabnya.
waktu benar-benar berjalan di sekitar kami
rambutnya tak lagi hitam, tak seperti saat ia menikahkan anak pertamanya
yang selalau membuatku sedih adalah matanya yang merah dan berair
mata yang selalu terlihat lelah
waktu benar-benar berjalan bersama kami
ta ada lagi adik yang nakal luar biasa
yang ada hanya remaja yang baru saja minta di doakan untuk pendaftaran kuliahnya
ta ada lagi aku-tak-tahu-kabar-mu
kami menjaga komunikasi lewat media yang mulai canggih
kami tak pernah punya percakapan panjang di group
tapi selalu ada percakapan dan foto aktivitas terbaru
bersama mereka aku menyadari
jangan harap ada pembicaraan tentang apa fashion tahun ini? maukah kamu belanja bareng? musik baru? film baru?
karena saat kami semua berkumpul dan berkendara yang kami bahas adalah apa jenis mobil terbaru?
apakah tekhnologi mobil yang melaju di depan kami bagus? bagaimana sepak terjang politisi itu? apa yang terjadi di berita semalam? tipe percakapan seperti itu
tapi mereka adalah teman bicara yang asik, dari mereka aku tahu banyak hal, anehnya aku tak bosan berdiskusi bersama mereka
saat menonton berita sendiri, yang terbayang adalah mereka, teman diskusi ku, orang-orang yang bisa berkomentar cerdas
waktu membawa sesuatu yang baru untuk kami
dua malaikat kecil yang merubah susasana jadi lebih ceria dan seorang kaka perempuan
kami semua menyayangi mereka
menyenangkan mendapat telfon dan mendengar suara imutnya
tertawa terpingkal membaca pesan singkat darinya
akan sangat menyenangkan bila ada lagi kaka perempuan
dan ada banyak lagi malaikat seperti mereka
saat jenuh dan bosan melanda obatnya hanyalah menelfon
bukan pergi jalan dengan teman, tapi menelfon
bahkan hanya sekedar basa-basi, bahkan tak lebih dari 5 menit
di ujung sana yang beliau tanyakan pertama kali pastilah "sudah makan?"
"ada apa?" kemudian aku hanya menjawab "jenuh" dan tertawa-tawa
telfon di akhiri dengan nasihat "jangan lupa makan, jaga kesehatan"
tapi efeknya merubah mood
karena suara lembutnya membuatku ingin jadi yang terbaik- untuknya
"hari demi hari, saya ingin bisa jadi seseorang yang mereka andalkan, saya ingin ilmu yang saya pelajari bermanfaat untuk menjaga mereka di sisi saya, saya mau 4 orang itu bangga pada saya, saya mau punya banyak momen bersama mereka. luar biasa, mereka menjaga saya untuk tak mengharapkan orang lain ada saat saya sedih dan jenuh, karena mereka sudah cukup untuk menyemangati, hal paling indah adalah menerima pesan singkat berisi semangat, menerima sebuah chat yang mengingatkan tentang kebaikan, dan itu datang dari mereka"
sedikit demi sedikit saya mempelajari bagaiman tubuh bekerja
dan banyak merenung membaca betapa detail tubuh di ciptakan
betapa semua kejadian ada alasan
pantaslah beliau bilang "ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang saat kamu ajarkan orang lain bertambah keimanannya karena ilmu itu"
guru olahraga saya disini bilang
"saat kamu nanti jadi dokter, yang harus kamu sembuhkan itu hatinya, bukan cuma fisiknya, fisik itu milik pencipta, dan keridhoan pencipta itu karena hatinya"
untuk mereka yang benar-benar saya banggakan, untuk mereka yang selalu terlihat keren dimata saya
untuk doa yang tak pernah putus, untuk tetap menunggu dengan sabar, berbahagialah
terimakasih untuk selalu memberikan kabar
saya menyayangi kalian :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar