adakalanya malam seperti ini tiba
pulsa yang tiada dan rindu yang menyeruak
abang-abang memang bisa di jangkau lewat sosial media yang tak butuh banyak pulsa
tapi Umi dan bapak tersayang hanya bisa di jangkau lewat telpon dan sms
apakah ada sesuatu yang ingin di bagi dengan Umi dan bapak?
tidak ada, hari-hari saya hanya berjalan seperti biasa
bangun, kuliah, pulang, santai, santai, santai, malam menjelang baru belajar wkwk
iya, nocturnal ini sulit dihilangkan
saya hanya fokus ketika malam datang
hanya saja, kadang saya ingin mendengar suara beliau berdua sebelum belajar
saya rindu belajar di temani obrolan bersama beliau berdua
obrolan tentang kontes dangdut yang biasa beliau berdua tonton
atau perkembangan berita yang akan jadi topik seru selanjutnya
saya rindu bermanja sambil belajar
ini ramadhan kedua saya di Lampung
"la hawla wa la quwwata illa billah"
tak terasa, 1,5 tahun lagi pre klinik selesai :"
akhir-akhir ini saya mulai dilanda panik kalau dokter dari rumah sakit bilang
"koass itu payah ingatan pre kliniknya"
Subhanallah, saya saja yang belum koass, sudah payah
untuk saya, menjadi dokter yang pintar itu mutlak hukumnya
karena dari situ kita lebih bisa bermanfaat, di bidang klinik atau pengajaran nantinya
dan, semoga Allah memudahkan setiap ilmu dan para pemberi ilmu
oh iya, Ramadhan :")
mungkin saya lebay, tapi tak bisa di pungkiri, udara ramadhan selalu terasa berbeda
rasanya lembut, selalu lembut
akhirnya dipertemukan lagi dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan
sekalipun tidak bisa pulang dan bersua dengan keluarga
semoga bakti lewat doa sampai selalu kepadnya
selamat belajar mahasiswa
selamat memperbaiki diri di bulan yang istimewa
-dari depan rumah kecil di bandar lampung,
tepat di bawah langit ramadhan-
natasya hayatillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar