there always gonna be another mountain. im always gonna wanna make it move.

Agustus 18, 2016

apa yang mungkin dan tak mungkin

saya baru menyelesaikan buku ke 4 series Muhammad karangan Tsaro G.K
rasanya selalu sama, ada rindu, ada air mata, ada semangat yang menular juga pengakuan diri
"kamu tak ada apa-apanya"

buku terakhir mengisahkan amirul mukminin Utsman Rodiallahu a'nhu, dan Ali Rodiallahu a'nhu.
rasanya.. kini kata-kata Rodiallahu a'nhu benar-benar bermakna.. karena hati benar-benar berharap Allah akan ridho pada nya, Allah pasti ridho.. Rodiallahu a'nhu dan a'nhuma untuk semua sahabat Rosulullah Sholallahu a'laihi wassalam

telah banyak di ketahui, akhir perjalanan ceita para khalifah di tutup dengan begitu banyak duka dan fitnah. hanya berjarak beberapa tahun dari wafatnya Rosulullah SAW, tapi fitnah benar-benar bersarang dan jadi bumerang. Setiap lembar tulisan membuat bergetar, semakin keras helaan nafas bila teringat kondisi sekarang

buku keempat sub judulnya adalah "Generasi pengeja hujan"
Rosulullah SAW di-ibaratkan hujan untuk bumi yang kering iman dan jauh dari kesempurnaan
dan akhir masa khalifah penulis umpamakan sebagai generasi yang mengeja.. mengeja apa yang pernah hujan berikan

saya ahanya berfikir.. apa nama yang cocok untuk saya.. dan generasi saya
tak mungkin saya menyalahkan generasi ini, karena yang lebih pantas disalahkan adalah pribadi seperti saya

yang ilmunya mandek. tak bertambah.
yang pengamalan ilmunya dangkal dan cepat berganti mengikuti musim.

sungguh, untuk hidup sesuai qur'an dan sunnah secara pribadi saja teramat sulit
bagaimana bisa mencegah kebatilan seperti yang pernah sahabat lakukan?

saya hari ini hanyalah penyimpan sedikit pengetahuan yang tak berani mengamalkan.
kebatilan belum bisa di cegah dengan perbuatan, dengan lisan bahkan kadang lupa juga untuk ber-do'a

rasanya benar-benar hina
harta tak berada banyak di jalan Allah
begitupun jiwa raga
seperti hanya hidup untuk diri sendiri, untuk dunia. lupa kalau ini hanya sebuah tempat berteduh.

setiap kali selesai mendengarkan nasihat agama, membaca selintas tulisan tentang kebenaran,
iman naik sampai ke puncaknya
sujud lebih lama, doa lebih panjang, semangat untuk jadi umat sesungguhnya muncul dan rasa cinta pada pencipta jadi tiada dua

tapi, apa yang mungkin dan tidak mungkin?
jauh sedikit, iman merosot sampai dasar

mungkin karena ilmu tak banyak
hati tak kunjung tetap. masih ragu meninggalkan apa yang harus di tinggalkan.
masih bingung bagaimana cara terbaik menolong diri dan agama Allah lewat kapasitas kecil ini.

semoga  di beri kesempatan untuk lebih belajar
untuk punya hati yang kokoh.

terimakasih untuk menulis karya-karya islami yang bisa di nikmati
-natasya-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar