there always gonna be another mountain. im always gonna wanna make it move.

Oktober 06, 2017

biasanya di selasa sore, saya akan duduk melingkar dengan orang-orang yang menginspirasi lagi menguatkan
mereka adalah orang-orang yang notabene tanggung jawab oraganisasinya lebih berat daripada saya, yang tuntutan akademiknya lebih banyak dari saya, namun masih menyempatkan hadir setelat apapun.. karena itulah saya juga selalu berusaha hadir~ selalu saya ingat, seberapa sibuk saya dibanding mereka yang masih menyempatkan hadir? seberapa lelah saya dibanding mereka?

sore itu, lagi.. kami menerima kabar kami akan berpisah
lagi..lagi..lagi..dan lagi hehe sampai saya menamai lingkaran ini liqo seribu murabbi..
karena dalam +- 2 tahun lebih ini kami memang sering sekali berganti guru.. sedih tp apa boleh buat..

sore itu sambil mendengarkan materi terakhir, fokus saya terpecah dengan seorang wanita yang duduk didepan lingkaran kami. mahasiswi, jelas. mungkin smesternya dibawah saya~ karena sekarang smester saya paling tinggi hehe. wanita itu tengah menghadap tembok masjid, di depannya ada meja kecil dan alquran yang terbuka.. ia sedang menghafalnya, sayup saya dengar hafalannya indah, bernada dan baik tajwidnya

seketika saya seperti ditampar..

sesungguhnya dia berusaha, bukan bermimpi seperti saya..

sedari tadi saya memang merasakan sepertinya saya sudah lama tidak duduk lama2 di masjid, dan berusaha menghafal dengan baik dan benar

"ya kedokteran kan sibuk" setengah hati saya membenarkan, tp saya tahu itu hanya pembelaan akan kemalasan saya

udah segitu aja, saya cuma mau nulis ini untuk diri saya supaya ga banyak mimpi tapi usaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar