ini sebenernya ditulis oleh mahasiswi yang waktu nulis postingan ini belom bergelar sarjana, disaat temen-temennya udah mau koass wq
mahasiswi super malas yang agak ga guna hidupnya wq
tp gue pengen nulis ini, karena kadang.. gue suka baca-baca lagi tulisan gue dimasa lampau~
biar bisa nginget, apa si sebenernya yang gue tulis, apa mimpi gue, apa keresahan gue
dear natasya muda, ini adalah cerita dan idealisme lu waktu usia 22 tahun.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
hari ini gue bertemu lansia yang qadarullah buta
beliau berjualan kanebo ditengah-tengah kami yang sedang makan malam
Alhamdulillah beberapa kanebonya laku..
waktu perut gue udah keisi kenyang
waktu gue yang "lebih sempurna" dengan enaknya duduk diboncengan motor
bapak itu lagi meraba jalan pake tongkat, meraba jalan di samping jalan raya.
gue sempet bertukar pikiran sama temen
temen gue percaya "kayanya pas muda bapak itu ada salah besar deh sampe begitu, karena kalo engga Allah ngga akan ngasih kaya gitu" dan satu lagi "gue si kalo itu anak-anak, liat-liat dulu, kalo ga sopan males gue"
kita ga akan bahas tentang siapa yang bener,
tp ini tentang idealisme masa muda lu ya nat
tolong diinget sampe tua lu pernah punya idealisme kaya gini-----------------------------------------------
kamu yang muda selalu ga tega kalo liat anak-anak dan lansia berkeliaran buat cari rezeki lewat sesuatu yang berat
kamu yang muda ga tega kalo liat tunanetra keliaran dijalan
kamu selalu kepikiran babeh diposisi itu
kadang kamu mempertanyakan "ah elah kemana si anakanya?"
kadang kamu juga menyalahkan "kenapa si ada yang tega dijadiin sindikat"
kamu juga masih sering gerutu kalo anaknya ga sopan, tp kamu punya pendapat "itu karena mereka ngga punya lingkungan yang baik untuk tumbuh" kamu bersyukur dibesarin sama umi babeh dengan baik, dan kamu yakin kalo mereka cuma korban kesalahan KITA SEMUA, orang yang lebih tua tapi ga bisa berbuat apa-apa.
kamu yang muda selalu berdoa supaya Allah mampukan ilmu dan harta nantinya, biar sebagian bisa dipakai buat ummat
kamu yang muda selalu punya angan buat ngerubah itu semua, sekalipun belom kepikiran kaya apa..
kamu yang muda mau jadi bagian dari perubahan
kamu yang muda pernah berazam dihati, kalau pas kuliah sering ngadain baksos,
mohon-mohon dokter buat baksos tp beliau sibuk semua
kamu yang udah dokter ga akan males buat ikut baksos
kamu yang muda selalu benci kalo ada anggota keluargamu yang berpolitik
tapi kamu suka sekali mengikuti berita yang notabene gaakan jauh2 dari politik
kamu yang muda sering sekali mengharapkan ada pemimpin yang mengerti agama
kadang kamu salut sama temen2 mu yang idelismenya bagus, dan dalam hati mendoakan semoga suatu hari ia jadi pemimpin
tapi kadang kamu galau, seandainya nanti suami, anak, atau siapapun dikeluargamu memenuhi kriteria itu, akankah kamu sanggup melepasnya?
kamu yang muda selalu menyukai ide "menua bersama agama"
karena menurutmu beberapa idolamu adalah pemimpin yang menua bersama agama
yang kebijakannya sesuai dengan amanah Allah dan bermanfaat untuk umat
kamu yang muda selalu ingin menua bersama agama
kamu diusia ini adalah kamu yang ingin jadi Sp.A
tp ingin sekali bisa merubah masyarakat lewat puskesmas
kamu tidak menyukai ide praktik pribadi karena menurutmu, akan sulit merubah masyarakat
dan kamu yakin puskesmas kuncinya
kamu diusia ini adalah kamu yang punya angan membuat puskesmasmu disukai masyarakat
kamu bahkan berpikir kalau nanti puskesmasmu jelek catnya, kamu yang akan mengecatnya
kamu diusia 22 adalah orang yang ingin tumbuh dengan baik dan bisa merubah
tp kamu diusia ini sungguh payah dan belum bisa apa-apa
kamu hanya punya idealisme dan harapan ketika menua bisa melakukannya
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
kalau suatu hari lu baca lagi blog ini, semoga postingan ini gak kelewat ya nat
lu yang muda punya banyak idealisme sepele, tp menurut lu versi muda "baik"
jadi waktu lu tua nanti, waktu Allah udah jawab semua doa baik
seperti yang selalu Allah lakuin kehidup lu
jangan lupa, doa-doa itu mungkin Allah kabulin karena lu punya idealisme ini
inget nat, idealisme lu : menua bersama agama
-natasya.22-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar