kalau iya, tentu kamu tahu, dan pasti masih ingat, betapa luar biasanya "iklim" gunung untuk jiwa dan raga, untuk otak dan hati
ini adalah testimoni dari kalangan awam, soal ilmu. iya, ilmu dunia dan akhirat dari karang.
saya berasal dari SMP biasa, alhamdulillah. SMP biasa maksud saya adalah SMP pada umumnya, tidak boarding, bukan pesantren. saya baru menemui kehidupan semi-pesantren d i karang :) dan itu luar biasa untuk saya, saya sangat bersyukur pernah jadi bagian darinya
sesama penghuni, ingatkah? di karang semua kabar selalu bernuansa islam, semua aturan, semua perbuatan. jujur, seandainya bukan belajar di karang, saya tak tahu, akan kah saya paham sedikit demi sedikit tentang agama ini
karena karang,
untuk pertama kali dan selalu saya yakini, saya berdoa dengan tangan yang menengadah ke atas, karena selesai tarawih itu ustadz amir marah.
dari tengah lapangan yang gelap, saat udara terasa dingin, bada tarawih, ustadz amir bilang
*"kalau ustadz perhatikan, kalian ko kalau berdoa sedikit sekali yang mengangkat tangan? berdoa itu seperti ini, seperti rosulullah, jangan sombong"
malam itu hati saya terketuk, Allah memang maha mengetahui doa-doa yang kita panjatkan sekalipun dalam hati dan tanpa menengadahkan tangan. alasan saya jarang menangkat tangan didepan umum adalah : saya malu kalau ketahuan berdoa. tapi sejak ustadz amir bilang seperti itu, saya tak ragu lagi untuk berdoa dengan mengangkat tangan, bismillah niat berdoa bukan riya, dan biar dunia tahu, inilah adab islam dalam berdoa.
karena karang,
saya mengerti sedikit demi sedikit bahasa arab, yang mempermudah mengartikan al-quran, dan fiqih.
sungguh waktu di karang saya golongan yang arab-itu-susah saya-kadang-males-kalau-udah-minggu-bahasa-arab. tapi hari ini, saya mensyukuri.. saya bisa mengerti bacaan sholat yang saya ucapkan, doa yang ingin saya sampaikan kepada Allah.
saya ingat, setiap selasa sampai kelas 2, kita akan belajar fiqih lewat buku kuning itu.. yang arabnya tanpa harakat, yang sedikit demi sedikit asatidz artikan pada kita. yang bukunya kadang lupa saya bawa ;")
saya ingat, hari itu ustadzah raudhah mengajari kami fiqih sholat, bahwa jabhah "dahi" harus mengenai bumi bila bersujud, dan sejak saat itu saya rasa sujud saya lebih bermakna. ada banyak ilmu penting yang saya lupa, seperti waris, saya hanya ingat ustadz isa bilang : mendekati qiamat nanti, ilmu warislah yang paling pertama akan hilang. dan kalau terkenang saya jadinya sedih. sesungguhnya saya pernah di ajari, tapi lupa.. melupakan..
karena karang,
saya punya tempat berkonsultasi masalah agama, dan tak perlu pada yang lebih dewasa, teman pun bisa di tanya
saya ingat, saya pernah bertanya pada seorang teman, apakah perlu jilbab kita sepanjang kamu? *jilbabnya terulur sampai tangan, di cm yang di wajibkan : menutup dada dan 1/2 punggung dan tidak menerawang* . dengan lembut dia bilang : "gapapa na, yang sepeti kamu dan teman2 sudah benar, ana hanya lebih menjaga saja". indah bukan? tidak di semua tempat bisa kamu temui orang-orang seperti ini
seorang teman lagi yang membuat perubahan
sore itu saya berjalan di sampingnya setelah ashar.
sore itu saya berjalan di sampingnya setelah ashar.
n : "ana pengen sih pake rok, tapi takut belum siap"
x : "ah entemah, ga di coba, kapan siapnya?"
hari itu saya coba pakai rok, 3 hari .. dalam prosesnya seorang teman ikhwan *biiip* hehe berbicara usil
x : "ko ente tiba2 pake rok mulu sih na?, biar gampang ya bo*k*r nya?"
dalam hati sebenarnya panas, tapi cuma bisa tertawa
nasihat sederhana yang buat saya akhirnya ketagihan pakai rok.
karena karang,
saya belajar tabayun, belajar menelaah dahulu. kawan pasti ingat, kalau di masjid ada majlis "tanya bertanya" ustadz isa beliau pasti banyak memberi kita referensi untuk di pilih
dan banyak hal lain tentang karang yang amat saya syukuri.
kawan juga pasti begitu bukan? ilmu kawan juga pasti banyak setelah dari karang bukan?
untuk hidup saya, karang membuat perubahan, saya jadi mengerti sedikit demi sedikit identitas muslim. yang tak perlu malu saya tunjukan, karena saya memang seorang muslim
seperti sahabat saya yang berjilbab panjang tadi, dia hanya minoritas di karang, tapi tanpa ragu, malu, risih, takut, ataupun sombong, dia pertahankan prinsip, dia amalkan ilmu.
untuk hidup saya, karang membuat perubahan, saya jadi mengerti sedikit demi sedikit identitas muslim. yang tak perlu malu saya tunjukan, karena saya memang seorang muslim
seperti sahabat saya yang berjilbab panjang tadi, dia hanya minoritas di karang, tapi tanpa ragu, malu, risih, takut, ataupun sombong, dia pertahankan prinsip, dia amalkan ilmu.
karena karang dan dia saya punya pemahaman "apa yang harus di perdebatkan? muslim memang harusnya seperti itu, berbusana seperti itu, bertatakrama seperti itu, itu sebuah identitas yang tak perlu kawan malu"
lalu bagaiman kabar kita hari ini?
saya lulus dari karang mungkin hanya dengan sebutan "lulus biasa"
saya lulus dari karang mungkin hanya dengan sebutan "lulus biasa"
tapi ilmu dari karang saya coba pertahankan, sekalipun banyak yang terlupa
apakah kawan pernah bersedih karena kehilangan ilmu dari karang?
mungkin sering, sama seperti saya :"(
------------------
setelah berpisah , saya kadang melihat kabar kawan selintas dari sosial media, kadang kawan muncul disana. saya bersyukur melihat ilmu yang masih terjaga, tapi juga kadang bersedih bila saya dan kawan lupa pada ilmu kita
------------------
setelah berpisah , saya kadang melihat kabar kawan selintas dari sosial media, kadang kawan muncul disana. saya bersyukur melihat ilmu yang masih terjaga, tapi juga kadang bersedih bila saya dan kawan lupa pada ilmu kita
-----------------
kalau boleh jujur kawan,
saya tulis posting ini ada kaitannya dengan peristiwa 411
saya sedih melihat beberapa diantara kita memposting hal-hal buruk tentang agama yang seharusnya kita lebih mengeti karena pasti pernah di ajari di karang, kawan pasti mengerti bagaimana harusnya bersikap. saya sedih karena postingan-postingan itu terkesan membuat beberapa dari kita meragukan agama ini.
kawan pasti ingat nasihat ustadz isa,
jangan sombong perkara ilmu agama, datangilah guru dan belajarlah. belajarlah terus
bila mana ilmu kita belum cukup, mari sama-sama belajar lagi kawan
jangan pernah meragukan agama sendiri.. apalagi agamanya Allah
jangan kawan sebarkan seuatu yang menjatuhkan agama sendiri..
"islam itu rahmatan lil alamin" dan muslim harusnya juga begitu
semoga saya dan kawan tidak banyak lupa tentang ilmu yang kita dapat di karang
semoga saya dan kawan tidak banyak lupa tentang ilmu yang kita dapat di karang
yuk belajar lagi, semoga kita jadi rahmat lingkungan sekitar
yang ilmunya masih sedikit,
yang ilmunya masih sedikit,
natasya
p.s. saya rindu di ajari, seperti diajari di karang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar